Selasa, 04 Juni 2013

TENTANG KITA

Matamu sayup kulihat
Auramupun redup
Bagai pijar bolham 5 watt di depan rumahm
Tak seperti biasanya kau di mala mini
Terpenjara dalam diam yang berkepanjangan
Terkunci dalam satu ruang sunyi
Tapi
Aku mendengar suara hatimu
Yang berbisik bagai altileri menari
Dan suara itu
Terdengar sampai hati kecilku
Dan kita berdua bicara pada mata yang berkaca-kaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar