Auramupun redup
Bagai pijar
bolham 5 watt di depan rumahm
Tak seperti
biasanya kau di mala mini
Terpenjara dalam
diam yang berkepanjangan
Terkunci dalam
satu ruang sunyi
Tapi
Aku mendengar
suara hatimu
Yang berbisik
bagai altileri menari
Dan suara itu
Terdengar sampai
hati kecilku
Dan kita berdua
bicara pada mata yang berkaca-kaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar